TERASKATA.Com, Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman menyoroti tingginya biaya produksi yang masih menjadi beban utama para petani lokal.
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan subsidi dan pengawasan harga bahan produksi untuk menjaga daya saing petani di pasar.
Faizal mengatakan lonjakan harga pupuk dan bibit membuat petani semakin sulit menekan modal produksi. Kondisi ini, menurutnya, mengakibatkan hasil panen tidak mampu menutup biaya yang dikeluarkan jika pemerintah tidak melakukan intervensi.
“Jika biaya produksi tidak ditekan, petani akan kesulitan bersaing karena modal mereka habis hanya untuk produksi,” ujarnya, Kamis 20 November 2025.
Selain subsidi, Faizal menekankan pentingnya pengawasan distribusi pupuk, bibit, dan kebutuhan produksi lainnya agar tidak terjadi kelangkaan atau permainan harga.
Ia menyebut stabilitas harga komoditas pertanian sangat bergantung pada ketepatan pemerintah dalam mengatur alur distribusi.
Ia juga menilai kebijakan pemerintah dalam membuka akses pasar belum cukup mengatasi masalah di tingkat produksi.
Menurutnya, peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian hanya bisa dicapai jika beban biaya produksi petani dapat dikurangi secara signifikan.
“Intervensi pemerintah sangat diperlukan, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan produksi,” tegasnya.
Faizal menambahkan bahwa kesejahteraan petani hanya dapat tercapai jika pemerintah memperkuat perannya tidak hanya pada penyaluran subsidi, tetapi juga pada penataan pasar, pengawasan harga, dan peningkatan fasilitas pendukung sektor pertanian.
“Petani kita harus diberi ruang untuk berkembang, dan itu dimulai dari memastikan biaya produksi mereka tetap terjangkau,” pungkasnya.(adv)

