TERASKATA.Com, Kutai Timur — Upaya memajukan pendidikan di Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim) kini tidak hanya dilakukan lewat penyediaan ruang belajar.
Tetapi juga dengan memperkuat layanan administrasi kependudukan sebagai fondasi utama akses pendidikan formal.
Pemerintah kecamatan menilai persoalan terbesar bukan lagi soal fasilitas, melainkan kesadaran sebagian warga yang belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas.
Camat Kaliorang, Rusmono, mengatakan masih ditemui anak-anak yang belum terdaftar dalam sistem pendidikan nasional karena tidak memiliki dokumen kependudukan.
“Masalahnya lebih ke kesadaran. Banyak orang tua yang dulu tidak sekolah, sehingga belum melihat pentingnya administrasi untuk pendidikan anak,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan saat ini mensyaratkan data yang valid dan terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Tanpa identitas yang lengkap, anak-anak tidak dapat memperoleh Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Untuk itu, pemerintah kecamatan mempercepat layanan administrasi bagi warga yang belum memiliki KTP, Kartu Keluarga, atau Akta Kelahiran.
Warga cukup datang ke kantor kecamatan, dan perekaman data bisa selesai dalam hitungan menit ketika jaringan memungkinkan.
“Dulu warga harus ke Sangatta sampai menginap. Sekarang setengah jam juga bisa selesai,” kata Rusmono.
Selain administrasi, infrastruktur dasar juga terus dibenahi. Listrik di sebagian besar wilayah sudah stabil, internet semakin baik, dan titik blank spot perlahan berkurang. Pasokan air bersih juga relatif aman meski beberapa dusun masih mengandalkan sumur pribadi.
Dengan perubahan itu, pemerintah kecamatan berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal pendidikan hanya karena kendala administrasi atau layanan dasar. “Semua anak harus punya identitas dan kesempatan yang sama untuk sekolah,” tegas Rusmono. (Adv)

