TERASKATA.Com, Kutai Timur – Dia adalah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namanya Jimmi, S.T., M.T. Sosok ini dikenal sederhana, rendah hati, dan dekat dengan masyarakat.
Pada tahun 2025, ia resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, menggantikan Joni, S.Sos. Penunjukannya sebagai pucuk pimpinan legislatif daerah menjadi puncak perjalanan panjangnya dalam dunia organisasi, usaha, dan politik.
Masa Kecil dan Pendidikan
Lahir di Sangatta, Jimmi menghabiskan masa remajanya di Makassar untuk menempuh pendidikan menengah kejuruan di STM Negeri 1 Makassar pada 1993–1996. Setelah lulus, ia melanjutkan studi S1 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada 1996–2004.
Kehausannya pada pendidikan membawa ia kembali ke bangku kuliah, menempuh pendidikan S2 di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, dan berhasil meraih gelar Magister Teknik pada 2019.
Karier Awal dan Dunia Organisasi
Sebelum terjun ke dunia politik, Jimmi berkecimpung di sektor usaha melalui H&H Internasional. Selain itu, ia aktif dalam organisasi eksternal HIPMA KT, tempat ia menjabat sebagai Wakil Ketua pada periode 2000–2004. Pengalaman berorganisasi inilah yang membentuk karakter kepemimpinan Jimmi: tegas, terstruktur, namun tetap humanis.
Perjalanan Politik
Jimmi bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan dipercaya menduduki posisi sebagai Wakil Ketua BP3 DPD PKS Kutim. Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kutai Timur dan diamanahkan sebagai Sekretaris Fraksi PKS untuk periode 2019–2024.
Kinerjanya yang konsisten, sikapnya yang merangkul semua kalangan, dan integritasnya yang teruji membuatnya dipilih menjadi Ketua DPRD Kutai Timur. Banyak warga menilai ia sebagai sosok yang merakyat. “Dia layak menjadi Ketua DPRD karena sangat baik, terbuka, dan benar-benar merakyat,” ungkap Umar, warga Sangatta.
Pribadi yang Sederhana dan Merakyat
Di tengah jabatan dan tanggung jawab besar, Jimmi dikenal apa adanya. Ia kerap terlihat bepergian menggunakan sepeda motor, bersandal, dan mengenakan kaus. Tidak menggunakan pengawal ataupun protokoler khusus. Karakter pendiam, santun, dan terbuka membuatnya mudah diterima semua kalangan.
Ia tidak membatasi pergaulan berdasarkan status sosial atau jabatan. Terbuka kepada siapapun, ia selalu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Kutai Timur, bukan seseorang yang harus dijauhkan dengan pagar protokoler.
Melalui perjalanan hidup dan kiprahnya, Jimmi menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus tampil mewah atau berjarak. Kesederhanaan, ketulusan, dan kerja nyata adalah fondasi kepemimpinannya—yang kini ia bawa dalam mengemban tugas sebagai Ketua DPRD Kutai Timur. (Advertorial)

