TERASKATA.Com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang tidak ingin menciptakan iklim investasi yang hanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, investasi harus memastikan keberpihakan terhadap kesejahteraan tenaga kerja lokal.
Demikian diungkapkan Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, Sabtu (29/11/205). Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan perusahaan, investor, dan para pemangku kepentingan.
Tujuannya untuk memastikan setiap kegiatan investasi berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk dalam aspek ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan, bahwa investasi yang masuk bukan hanya besar secara nilai. Tetapi juga berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bontang. Khususnya tenaga kerja lokal. Iklim investasi yang baik harus menghadirkan keamanan, keadilan, serta kesempatan kerja yang luas,” jelasnya.
Menurut Aspiannur, salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong perusahaan agar memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal. Juga menjalankan praktik hubungan industrial yang harmonis.
Ia menegaskan, keberadaan investasi tidak boleh menimbulkan kesenjangan sosial. Melainkan menjadi ruang untuk pertumbuhan produktivitas dan peningkatan kemampuan SDM daerah.
Selain itu, DPMPTSP juga terus memperbaiki kualitas pelayanan perizinan, agar investor dapat mengakses layanan dengan cepat, mudah, dan transparan.
Modernisasi layanan berbasis digital, evaluasi reguler, hingga pendampingan kepada pelaku usaha menjadi bagian dari strategi memperkuat iklim investasi yang sehat.
“Bontang harus menjadi kota yang aman dan nyaman bagi investor. Tetapi pada saat yang sama tetap menjunjung tinggi hak-hak tenaga kerja. Keseimbangan itu yang terus kami kawal,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pembinaan berkala, monitoring kemitraan perusahaan dengan UMKM. Serta memastikan seluruh kewajiban perusahaan dipenuhi sesuai aturan.
Dengan komitmen tersebut, DPMPTSP Bontang berharap tercipta hubungan yang saling menguntungkan. Antara dunia usaha dan masyarakat. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. (Advertorial)

