TERASKATA.Com, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus memperkuat berbagai program perlindungan anak. Itu dalam rangka mencapai target Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya pada tahun 2026.
Upaya ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Kutim dalam memastikan setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman dan mendukung masa depannya.
Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, menyebut peningkatan level KLA bukan hanya soal prestasi. Tetapi mencerminkan kesungguhan pemerintah daerah dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak di semua bidang.
“Kami ingin memastikan seluruh anak di Kutai Timur mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermain dengan aman tanpa rasa takut,” ujarnya.
Menurut Idham, DP3A kini fokus memperkuat sejumlah indikator utama yang menjadi tolok ukur KLA. Seperti penurunan angka perkawinan anak, pencegahan kekerasan, serta perluasan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang ramah anak.
Semua langkah tersebut dijalankan melalui kerja sama lintas sektor dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kembangkan Program Unggulan Demi KLA Nindya 2026
Sebagai wujud nyata, DP3A telah mengembangkan beberapa program unggulan. Diantaranya, Rumah aman bagi anak dan perempuan korban kekerasan, layanan konseling dispensasi kawin, serta Rumah Bersama Indonesia (RBI) yang menjadi pusat pembelajaran keluarga.
“RBI kami jadikan tempat untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Di sana orang tua bisa belajar cara berkomunikasi yang efektif dan memahami kebutuhan anak dengan lebih baik,” terang Idham.
Selain itu, DP3A juga rutin melaksanakan pelatihan parenting bagi orang tua PAUD, sosialisasi digital parenting, dan kerja sama dengan sekolah untuk mencegah perundungan.
Upaya ini tidak hanya menekankan edukasi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa tanggung jawab perlindungan anak ada di tangan semua pihak. Idham menegaskan, keberhasilan menuju KLA Nindya tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah daerah.
“Kami butuh dukungan masyarakat, sekolah, dunia usaha, dan media. Semua harus berjalan bersama agar Kutai Timur benar-benar menjadi daerah yang ramah dan aman bagi anak-anak,” tuturnya.
Dengan penguatan kolaborasi dan edukasi berkelanjutan, DP3A Kutim optimistis dapat mewujudkan target KLA Nindya pada 2026. Lebih dari sekadar penghargaan, capaian itu diharapkan menjadi simbol komitmen bahwa Kutim siap membangun generasi masa depan yang tangguh dan berdaya saing. (Adv)

