TERASKATA.Com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan proyek perbaikan dan pembangunan jalan terusan tetap menjadi prioritas, meskipun terjadi pemangkasan anggaran di sejumlah pos belanja daerah.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menegaskan pemerintah akan memaksimalkan sumber daya yang ada agar program infrastruktur jalan tetap berjalan.
“Kalau pun ada pemangkasan, kita masih banyak hal yang bisa dilakukan. Jalan rusak tetap prioritas,” kata Mahyunadi, Selasa, (14/10/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan mengoptimalkan kerja sama lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kita juga minta bantuan provinsi dan pihak-pihak lain. Banyak jalan yang masih perlu penanganan,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, salah satu kendala yang sering dihadapi dalam pemeliharaan jalan adalah lemahnya koordinasi antarinstansi. Namun, ia menegaskan, hal itu tidak akan menghambat rencana penambahan ruas jalan baru di beberapa wilayah strategis.
“Sebenarnya koordinasinya yang kurang. Tapi penambahan jalan baru tetap ada,” tuturnya.
Ia mencontohkan, salah satu proyek yang akan dijalankan adalah pembukaan jalan baru dari Desa Sariung hingga Tanjung Mangkaliat.
Jalur tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan sebagai akses utama menuju Kecamatan Sandaran dan berpotensi menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata Biduk-Biduk di Berau.
“Bupati sudah menyampaikan, jalan dari Sariung sampai Tanjung Mangkaliat akan diteruskan. Kita manfaatkan juga dukungan dari perusahaan-perusahaan di sekitar sana,” ujar Mahyunadi.
Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan di sekitar wilayah itu akan dimaksimalkan, baik dalam pembukaan akses jalan maupun pengerasan badan jalan.
“Perusahaan di sana juga akan kita ajak berkontribusi. Selama ini mereka belum banyak kita mintai bantuan.
Biasanya kita minta pembangunan itu dimaksimalkan untuk masyarakat, tapi itu untuk mereka juga sebenarnya,” katanya.
Mahyunadi memastikan, jalan baru tersebut akan difungsikan sebagai jalur umum yang bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan berat.
“Itu jalan umum. Jalan umum menuju ke Sandaran. Bahkan nanti kalau tembus mungkin orang ke Biduk-Biduk (Berau) ke situ mungkin,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)

