TERASKATAKALTIM – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa keberhasilan posyandu dalam memberikan layanan kesehatan dasar sangat bergantung pada kerja sama yang erat antara berbagai instansi, termasuk rumah sakit daerah dan dinas kesehatan.
“Posyandu adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak. Agar fungsinya optimal, perlu ada sinergi antara DPRD, RSUD, dinas kesehatan, dan tenaga medis,” ungkapnya, Jumat (2/5/25).
Ananda menyoroti peran strategis posyandu dalam kegiatan preventif seperti imunisasi, pemeriksaan rutin, hingga penyuluhan gizi dan kesehatan.
Ia menilai bahwa posyandu merupakan titik awal bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkelanjutan.
Menurutnya, meski selama ini posyandu telah menjalankan fungsinya dengan baik, peningkatan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak akan membuat dampaknya lebih luas. Ia menekankan pentingnya menjadikan posyandu bukan hanya sebagai tempat layanan medis, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat terkait kesehatan.
“Posyandu jangan hanya dilihat sebagai tempat suntik anak atau timbang badan. Ini pusat informasi dan intervensi awal yang sangat vital bagi pencegahan penyakit,” katanya.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Ananda berharap masyarakat Kalimantan Timur dapat semakin merasakan manfaat nyata dari kehadiran posyandu di setiap lingkungan.
Ia juga mengajak seluruh elemen, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat, untuk terus mendukung keberadaan posyandu sebagai bagian dari upaya menjamin hak dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan.
RF (ADV DPRD KALTIM)

