Kenaikan UMK 2025 di Kaltim Capai 6,5 Persen
TERASKATA.Com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sudah mengumumkan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur untuk tahun 2025.
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menjelaskan bahwa dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, terdapat sembilan daerah yang mengajukan penetapan UMK.
Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu belum memiliki Dewan Pengupahan dan masih mengacu pada UMK Kutai Barat.
”Kebijakan upah minimum tahun 2025 ini mengikuti arahan Presiden sebagai upaya menjaga daya beli pekerja/buruh dan daya saing usaha, seiring dengan dinamika inflasi dan perekonomian yang terjadi,” ungkap Akmal Malik, baru-baru ini seperti dikutip dari Portal Kaltim, Jumat (20/12/24)
Penetapan UMK 2025 ini didasarkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025, khususnya Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 7 ayat (2).
Merujuk pada formula penetapan UMK Kabupaten dan Kota berdasarkan akumulasi UMK tahun 2024 yang ditambah dengan persentase kenaikan tahun 2025. Sesuai arahan Presiden, kenaikan UMK tahun 2025 ditetapkan sebesar 6,5 persen.
“Perhitungan UMK ini telah melalui kajian Dewan Pengupahan masing-masing kabupaten/kota yang mengajukan. Untuk Mahakam Ulu, mereka belum memiliki Dewan Pengupahan, sehingga tetap mengacu pada UMK Kutai Barat,” tambahnya. (*)
Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2025 sebagai berikut :
UMK Paser Tahun 2025 sebesar Rp.3.591.565,53
UMK Kutai Kartanegara Tahun 2025 sebesar Rp.3.766.379,19
UMK Berau Tahun 2025 sebesar Rp.4.081.376,31
UMK Kutai Timur Tahun 2025 sebesar Rp.3.743.820
UMK Kutai Barat Tahun 2025 sebesar Rp. 3.952.233,98
UMK Penajam Paser Utara Tahun 2025 sebesar Rp. 3.957.345,89
UMK Samarinda Tahun 2025 sebesar Rp.3.724.437,20
UMK Balikpapan Tahun 2025 sebesar Rp 3.701.508,68
UMK Bontang Tahun 2025 sebesar Rp3.780.012,66
Tinggalkan Balasan